PARAH! PROYEK TPT DESA TRIBAKTI PANGALENGAN DIDUGA ASAL JADI. PELAKSANA & PENGAWAS NIHIL, PAPAN PROYEK RAIB, KERJAAN DISERAHKAN KE MANDOR

Garda News ~ Pangalengan

Investigasi Garda News di Desa Tribakti, Pangalengan Temukan Proyek TPT Diduga Bermasalah. Pelaksana Bernama “Teten” Tak Pernah Nongol ke Lokasi. Warga: Ini Kerjaan Asal Jadi. Minggu, 26/042026

Proyek infrastruktur di wilayah selatan Kabupaten Bandung kembali jadi sorotan. Kali ini giliran Desa Tribakti, Kecamatan Pangalengan.

Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan saluran di desa tersebut diduga kuat dikerjakan asal jadi tanpa pengawasan. Hasil investigasi Garda News Indonesia di lapangan mengungkap 4 pelanggaran fatal.

Kondisi proyek TPT Desa Tribakti Pangalengan. Hanya ada pekerja tanpa APD. Papan proyek nihil, lokasi berantakan.

1. Pelaksana Bernama “Teten” Tak Pernah ke Lokasi
Sesuai aturan Perpres 12/2021 jo. Permen PUPR 14/2020, setiap proyek konstruksi wajib ada Pelaksana Lapangan bersertifikat SKT yang standby harian di lokasi.

Fakta di Desa Tribakti: NIHIL. Menurut keterangan warga dan pekerja, pelaksana proyek bernama “Teten” tidak pernah sekalipun datang memantau. “Kata mandornya, Pak Teten ada di Garut. Kami disuruh kerja aja, nanti dia yang laporan,” ujar salah satu pekerja yang enggan disebut namanya.

2. Pengawas Tidak Ada, Papan Proyek Raib
Selain pelaksana, Pengawas Lapangan juga tidak pernah terlihat. Lebih parah lagi, papan proyek yang memuat informasi nilai, sumber dana, dan kontraktor tidak terpasang. Ini jelas melanggar UU KIP No. 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Rakyat Tribakti sengaja dibutakan. Tidak tahu berapa-berapanya anggaran yang digelontorkan untuk TPT di kampungnya. Ini ciri khas proyek siluman

3. Temuan Lapangan: Kerjaan Asal Jadi
Dari foto yang dikantongi Garda News, terlihat kondisi pekerjaan semrawut.
1. Pasangan batu kali tidak rapi, adukan terlihat miskin semen.
2. Saluran air dibiarkan terbuka tanpa penutup, rawan ambruk saat hujan deras.
3. Tidak ada weep hole atau lubang air di TPT, berisiko jebol karena tekanan air tanah.
4. Pekerja tidak pakai APD, K3 diabaikan total.

“Ini mah kerjaan asal tempel. Yakin setahun juga ambrol kena hujan. Sayang uang rakyat,” keluh warga Tribakti yang melintas.

“Aturannya jelas. Tidak ada pelaksana = stop proyek. Kenapa PPK diam? Apa sudah dapat setoran? Proyek tanpa papan proyek itu proyek maling. Rakyat harusnya tahu duitnya berapa,” tegas warga yang enggan disebutkan namanya”

Tim Media Garda News Indonesia turun ke Tribakti. “Audit total. Ukur volumenya, cek mutunya. Kalau spek-nya melenceng, putus kontrak & blacklist kontraktornya. Periksa juga PPK-nya.Jangan sampai uang negara jadi bancakan kontraktor nakal bernama Teten itu,” katanya.

Tim Media Garda News Indonesia juga meminta warga Tribakti aktif melapor. “Foto, videokan. Kirim ke saya dan Garda News. Jangan takut. Kita kawal sama-sama.”

Hingga berita ini diturunkan, Garda News belum mendapat klarifikasi dari pihak dinas terkait maupun kontraktor pelaksana. Nama “Teten” yang disebut sebagai pelaksana juga belum bisa dikonfirmasi.

(( Red ))
Editor (( Denz ))