Indigofera Jadi Andalan, BAZNAS Perkuat Produktivitas Peternak Domba di Jatigede

SUMEDANG ~ GARDA NES

Upaya meningkatkan produktivitas peternakan rakyat tidak hanya bergantung pada kualitas bibit ternak, tetapi juga pada ketersediaan pakan yang bernutrisi dan berkelanjutan. Hal inilah yang terus didorong Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Program Balai Ternak Jatimekar di Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.

Salah satu peternak binaan, Rudi, memanfaatkan tanaman hijauan pakan ternak jenis Indigofera sebagai sumber nutrisi utama bagi 12 ekor domba yang dipeliharanya. Pemanfaatan tanaman leguminosa tersebut menjadi bagian dari penerapan manajemen pakan yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan produktivitas ternak.

Indigofera dikenal sebagai tanaman pakan dengan kandungan protein yang relatif tinggi dibandingkan sejumlah hijauan pakan lainnya. Kandungan nutrisi tersebut berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ternak, menjaga kondisi kesehatan, serta membantu meningkatkan efisiensi pemeliharaan.

Rudi mengaku penggunaan Indigofera memberikan manfaat yang signifikan dalam aktivitas beternak sehari-hari. Selain mudah diperoleh dan dapat dibudidayakan secara mandiri, tanaman ini juga membantu memastikan ketersediaan pakan sepanjang tahun sehingga kebutuhan nutrisi ternak dapat terpenuhi secara lebih konsisten.

Pendampingan yang dilakukan Balai Ternak BAZNAS tidak hanya berfokus pada aspek bantuan ternak, tetapi juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas peternak melalui edukasi dan penerapan praktik budidaya yang baik. Salah satu materi yang terus diperkuat adalah pentingnya pengelolaan pakan sebagai faktor utama penentu keberhasilan usaha peternakan.

Secara teknis, pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan. Oleh karena itu, kemampuan peternak dalam menyediakan pakan berkualitas secara mandiri menjadi langkah strategis untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan performa ternak.

Program Balai Ternak BAZNAS hadir sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membangun kemandirian mustahik melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas usaha. Dengan pendekatan tersebut, para peternak diharapkan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Melalui pemanfaatan Indigofera dan penerapan manajemen pakan yang tepat, BAZNAS berharap produktivitas peternak binaan terus meningkat. Langkah ini sekaligus menjadi contoh bahwa inovasi sederhana di bidang pakan dapat memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan sektor peternakan rakyat dan penguatan ekonomi masyarakat pedesaan

(Agus cahyana )
Editor