Diduga Pelaku Penganiayaan ART di Tasikmalaya Minta Maaf
GARDA NEWS ~ TASIKMALAYA
Di tengah proses hukum yang masih berlangsung terkait peristiwa dugaan penganiayaan yang sempat viral di media sosial, terduga pelaku yang didampingi oleh Tim Advokat Jabar Istimewa (JAI) menyampaikan permohonan maaf kepada pihak korban dan keluarga korban.
Melalui pernyataan yang disampaikan kepada media, terduga pelaku (CA), mengaku menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut dan menyadari bahwa kejadian tersebut telah menimbulkan dampak bagi berbagai pihak, termasuk korban, keluarga korban, serta masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.
“Atas nama pribadi, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada korban dan keluarga korban atas peristiwa yang telah terjadi. Saya sangat menyesalkan kejadian tersebut dan berharap semua pihak dapat menerima permohonan maaf yang saya sampaikan dengan tulus,” ujarnya, saat didampingi tim Advocat Jabar Istimewa, Minggu, (14/06/26).
Sementara itu, Salah satu Tim Advokat Jabar Istimewa, D Tonny atau yang akrab disapa Tosu yang mendampingi terduga pelaku menyampaikan bahwa kliennya memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan melalui komunikasi yang baik dengan pihak korban.
Pihaknya juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta tidak menggiring opini yang berpotensi memperkeruh suasana. Menurutnya, seluruh pihak perlu mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga terdapat keputusan hukum yang berkekuatan tetap.
“Kami melihat adanya penyesalan dari klien kami atas peristiwa yang terjadi. Oleh karena itu, kami berharap ruang-ruang dialog dan komunikasi yang baik dapat dibuka sehingga penyelesaian secara damai dan kekeluargaan dapat menjadi pertimbangan para pihak, tentunya tanpa mengesampingkan hak-hak korban dan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Tosu.
Pihak pendamping hukum juga menegaskan bahwa pernyataan ini bukan dimaksudkan untuk mempengaruhi proses hukum yang sedang berlangsung, melainkan sebagai bentuk itikad baik dan tanggung jawab moral untuk menyampaikan permohonan maaf serta membuka ruang penyelesaian yang lebih humanis.
Di akhir pernyataannya, terduga pelaku kembali menyampaikan harapannya agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak.
“Saya berharap permasalahan ini dapat menemukan jalan penyelesaian yang terbaik. Sekali lagi saya memohon maaf kepada korban, keluarga korban, dan seluruh pihak yang merasa terganggu atas kejadian ini. Semoga ke depan hubungan baik dan nilai-nilai kekeluargaan tetap dapat dijaga,” pungkasnya.
Hingga saat ini, proses hukum terkait perkara tersebut masih berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Semua pihak diharapkan menghormati proses tersebut serta mengedepankan penyelesaian yang menjunjung nilai kemanusiaan, keadilan, dan musyawarah.
(( Red ))
Editor (( Denz ))

