Pemagaran SDN Kertasari 2 Disorot: Pelaksana Lapangan “Hilang”, Disdik Diduga Lalai Awasi Proyek Rp77 Juta
Gard News. ~ Kab. Bandung,
Jum’at, 5, Juni 2026

Proyek “Pembangunan Pemagaran SDN Kertasari 2 Kec. Kertasari” senilai Rp 77.274.346 APBD Kab Bandung TA 2026 kini jadi sorotan. Pelaksana: CV Putra Pasundan Masa kerja 45 hari kalender sesuai papan proyek.
Pantauan ormas/media di lapangan 4 Juni 2026 menemukan sejumlah kejanggalan yang dikeluhkan warga:
1. Pelaksana Lapangan Jarang Nongol
Warga dan pengurus sekolah mengaku sulit ketemu penanggung jawab lapangan dari CV Putra Pasundan. “Kalau mau nanya progres atau spek, orangnya nggak ada di lokasi. Kita cuma ketemu tukang harian” ujar warga. Kondisi ini bikin warga curiga proyek cuma “dipercaya ke pekerja” tanpa pengawasan teknis.
2. Koordinasi Silih Lempar
Saat warga coba konfirmasi ke pihak terkait, jawabannya muter. Dari pelaksana disuruh ke Disdik, dari Disdik balik lagi ke pelaksana. Akibatnya keluhan warga soal kualitas dan pengawasan mentok, nggak ada titik temu.
3. Dugaan Pekerjaan Asal-Asalan
Foto dokumentasi menunjukkan tiang + panel beton sudah berdiri. Tapi warga khawatir soal kualitas: adukan, kedalaman pondasi, dan kerapihan. Minimnya kehadiran pengawas Disdik + pelaksana lapangan membuat warga takut hasilnya nggak sesuai RAB. “Kami nggak menuduh, tapi wajar curiga kalau yang ngawasin nggak pernah datang” kata sumber warga.

Titik Kritis Pengawasan
Proyek pendidikan seharusnya jadi prioritas pengawasan. Tapi fakta di lapangan: pelaksana lapangan “alergi” ketemu ormas/wartawan, dan pegawai Disdik diduga lalai turun cek fisik. Padahal ini uang rakyat, buat keamanan anak-anak.

Hak Jawab 1×24 Jam
Ormas/LSM/media menegaskan ini murni kontrol sosial sesuai UU Pers & UU Ormas. Tujuan: meluruskan, bukan memvonis.
Kami sudah minta konfirmasi resmi ke:
1. CV Putra Pasundan selaku pelaksana
2. Dinas Pendidikan Kab Bandung selaku PPK/Pengawas
Hingga berita naik, belum ada klarifikasi. Redaksi terbuka untuk hak jawab, data RAB, dan bukti pengawasan lapangan dari pihak terkait.
Warga Kertasari berharap 45 hari kerja ini hasilnya maksimal. “Kalau bagus, kita apresiasi setinggi-tingginya. Kalau kurang, ayo benahi bareng sebelum serah terima” tutup perwakilan warga.
((( S. Deni )))
Editor (( Denz ))

