Garda News ~ Pekanbaru

Hikma Mahasiswi yang dilaporkan dosennya sendiri di dampingi ketua umum Aliansi Pejuang Tanah Melayu Riau Alex Cowboy menemui KH T Rusli Ahmad untuk meminta bantuan tentang permasalahan yang sedang dialaminya. Sabtu (26/11/22)

Hikma Mahasiswi yang sudah di laporkan oleh dosennya sendiri yang berinisial STY, juga didampingi oleh ibu kandungnya yang berprofesi sebagai pedagang ikan sungai di pasar pagi panam.

Kepada KH T.Rusli Ahmad, Hikma menjelaskan kronologis kejadian yang berawal pada senin 17 Oktober 2022 silam, sekitar pukul 15.30 wib, awalnya saya keluar dari gerbang utama kampus, seharusnya saya mesti belok ke arah kiri, tapi saya belok ke kanan di bahu jalan melawan arus lalu lintas.

Dan saya mengaku salah, karena saya mengikuti kebiasaan orang-orang yang berkendara, belok ke kanan berlawanan arus lalu lintas, dengan pertimbangan kebetulan kos saya arahnya ke arah kanan.

Di tengah perjalanan depan cucian sumur laut, pak Sty yang berkendara masuk ke badan jalan dari arah cucian dan langsung belok ke kiri kearah kampus, sehingga terjadilah tabrakan antara saya dengan pak Sty dosen saya. Ketika itu saya berboncengan dengan teman saya.
Karena tabrakan tersebut pak Sty marah-marah dan istrinya juga ikut marah-marah kepada saya. Sampai-sampai istrinya mengeluarkan kata-kata “saya dosen kamu lo, saya bisa tidak meloloskan kamu” katanya seperti itu. Saya mendengar kata-kata itu takut karena saya adalah mahasiswi baru di kampus.
Saya dengan teman saya sudah minta maaf saat kejadian, dan karena saya takut saya sampai menangis minta maaf, tapi bapak Sty dan istrinya tetap marah-marah kepada saya, saya sebagai mahasiswa baru sangat takut dengan pengancaman tersebut, dan saya mau bertanggung jawab atas peristiwa itu, terang Hikma

Sementara itu KH T Rusli Ahmad, ketua PWNU Riau tempat Hikma mahasiswi yang mengadukan nasibnya, yang di kenal respek terhadap hal – hal permasalahan kemanusiaan apalagi yang menyangkut ke zoliman terhadap masyarakat yang kurang mampu mengatakan, saya sangat menyayangkan kenapa dosen inisial STY mengambil uang 100 ribu dari Hikma, sehingga malam setelah kejadian tersebut dia tidak bisa membeli makanan untuk makan malam dan juga menahan KTM dan KTP sehingga tidak bisa masuk kuliah keesokan hari nya di kampus yang terletak di Sukajadi.

“Ini sudah termasuk ke zoliman lanjut T.Rusli Ahmad”. Hikma ini termasuk anak dari penerima bantuan PKH (program keluarga harapan). Saya berharap supaya ini di selesaikan dengan bijaksana dan pihak kepolisian juga sebagai pengayom masyarakat pasti akan menyerahkan permasalahan antara Hikma dan dosen inisial STY ini untuk di lakukan penyelesaian secara Restoratif Justice,” sebut Ketua PWNU Riau

Setelah menyerahkan bantuan berbentuk uang tunai sebagai pengganti kerusakan motor dosen inisial STY, KH.T.Rusli Ahmad juga menghimbau mahasiswa dan mahasiswi untuk mentaati aturan lalulintas, jadikan ini pelajaran kedepannya.

(A-R)
editor ( Denz )