Proyek Pemagaran SDN Kertasari 2 Rp77 Juta Diduga Tanpa Kendali: Pelaksana Lapangan Tak Nongol, Konfirmasi WA Ormas/Media Bungkam

Garda News ~ Kertasari
Minggu, 7, Juni 2026

Proyek “Pembangunan Pemagaran SDN Kertasari 2 Kec. Kertasari” senilai Rp77.274.346 APBD Kab Bandung TA 2026 yang dikerjaka CV Putra Pasundan kini disorot tajam ormas/media.

Bukti di lapangan + upaya konfirmasi memunculkan 3 kejanggalan:

1. Pelaksana Lapangan Tak Pernah Ada / “Gaib”
Pantauan ormas 4 Juni 2026 menunjukkan hanya pekerja harian yang terlihat ngaci & pasang bekisting. Tidak ada sosok penanggung jawab lapangan, mandor, atau direksi CV Putra Pasundan yang bisa dimintai keterangan warga/sekolah. “Dari awal sampai tiang berdiri, nggak pernah lihat orang CV nya. Mau nanya spek pondasi juga bingung” keluh warga.

2. Konfirmasi via WA Diduga Diabaikan
Bukti screenshot chat 4 Juni 2026 pukul 14.06 WIB menunjukkan ormas sudah mengirim konfirmasi tertulis ke kontak “Aby. Proyek SDN…” terkait kegiatan di Kertasari. Status chat centang 2, tapi hingga berita naik belum ada respon/jawaban. Sikap bungkam ini dinilai warga sebagai bentuk “alergi” terhadap kontrol sosial ormas/media.

3. Pengawasan Disdik Kab Bandung Dipertanyakan
Papan proyek jelas mencantumkan Dinas Pendidikan Kab Bandung sebagai penanggung jawab. Namun minimnya kehadiran pengawas di lapangan membuat warga bertanya: “Kalau pengawas rajin sidak, masa pelaksana lapangannya berani hilang?” Proyek untuk keamanan anak sekolah jadi rawan mutu jika tanpa pengawasan ketat.

Tuntutan Akuntabilitas
Ormas/LSM menegaskan ini murni kontrol sosial sesuai UU Pers & UU Ormas. Tujuan: meluruskan, bukan memvonis.

Redaksi telah melayangkan konfirmasi resmi ke:
1. CV Putra Pasundan – terkait keberadaan pelaksana lapangan & alasan tidak merespon WA konfirmasi
2. Dinas Pendidikan Kab Bandung – terkait nama pengawas lapangan & bukti sidak fisik

Hingga berita ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait. Redaksi membuka ruang hak jawab 1×24 jam. Jika CV + Disdik dapat menunjukkan BAP harian, nama pelaksana lapangan, dan bukti pengawasan, kami siap muat sebagai bahan imbangan.

Warga Kertasari hanya minta: Rp77 juta APBD harus menghasilkan pagar yang kuat & sesuai spek. Jangan sampai “pagar keamanan anak” justru jadi “masalah baru” karena abai pengawasan.

Pewarta (( TIm ))
Editor (( Denz ))