Pandangan dan makna Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dilihat dari sisi jurnalis Oleh Kang KW.

Garda News ~ Bandung Barat

“”Makna Hari Lahir Pancasila bagi Insan Pers: Menjadi Penjaga Kebenaran dan Persatuan

Bagi seorang jurnalis, tanggal 1 Juni bukan sekadar hari libur nasional atau peringatan sejarah semata.

Tanggal ini memiliki makna mendalam yang menjadi landasan etika, prinsip kerja, dan arah pemberitaan.

Berikut adalah pandangan dan maknanya:

1. Pancasila sebagai Landasan Etika Jurnalistik

Setiap sila dalam Pancasila memiliki keterkaitan erat dengan Kode Etik Jurnalistik:

– Ketuhanan Yang Maha Esa: Mengajarkan jurnalis untuk bekerja dengan hati nurani yang bersih, jujur, dan tidak menyebarkan berita yang menyesatkan atau memfitnah.

– Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Menuntut wartawan untuk selalu menghormati hak asasi manusia, tidak memihak, dan menempatkan nilai kemanusiaan di atas segalanya.

– Persatuan Indonesia: Menjadi pengingat bahwa tugas pers adalah mempersatukan, bukan memecah belah. Pemberitaan harus menghindari isu SARA, provokasi, dan hal yang bisa memicu perpecahan.

– Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan…: Mengajarkan prinsip keseimbangan, keberimbangan, dan mendengarkan berbagai sudut pandang sebelum memuat berita.

– Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Menjadi motivasi bagi jurnalis untuk memberdayakan masyarakat, mengangkat isu-isu keadilan, dan menjadi corong bagi yang tidak bersuara.

2. Pers sebagai “Wali” Informasi yang Benar

Di tengah derasnya arus informasi dan hoaks, Pancasila menjadi kompas moral. Jurnalis dituntut untuk menjadi penyaring informasi yang valid, akurat, dan bertanggung jawab.

Maknanya adalah: Kebenaran adalah harga mati, sama seperti kelima sila yang menjadi dasar negara.

3. Menjaga Keberagaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Sebagai profesi yang berhadapan langsung dengan publik, jurnalis memiliki peran strategis dalam menampilkan wajah Indonesia yang beragam. Refleksi ini mengingatkan bahwa dalam pemberitaan, kita harus inklusif, menghargai perbedaan pendapat, dan menampilkan Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh meski berbeda-beda.

4. Tanggung Jawab Sosial dan Politik

Hari Lahir Pancasila mengingatkan bahwa pers bukan hanya bisnis, tapi juga lembaga sosial dan kontrol sosial. Wartawan harus berani mengawal demokrasi, mengawasi kebijakan publik, dan memastikan bahwa tujuan negara untuk mewujudkan keadilan sosial benar-benar berjalan.

 

Kesimpulan

Bagi seorang jurnalis, merayakan Hari Lahir Pancasila berarti memperbarui komitmen untuk bekerja sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa.

“Jurnalis Pancasila adalah jurnalis yang berani menyampaikan kebenaran, namun tetap santun; kritis namun tetap konstruktif; dan independen namun tetap memiliki rasa kebangsaan yang tinggi.”

(( Dede KW ))
EDITOR ( Denz )