Tak kunjung 5 Tahun Diajukan, Rumah Warga Kampung Sukaasih Belum Tersentuh Bantuan Rutilahu.

Garda News ~ Soreang

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0;

Harapan sebuah keluarga di Dusun Sukaasih Desa Sukamukti, Kec Majalaya Kab Bandung, Prov Jawa Barat. untuk mendapatkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) hingga kini belum terwujud, meski pengajuan telah dilakukan sejak lima tahun lalu.

Mudah-mudahan ada respon, baik dari pemerintah maupun pihak lain, supaya rumahnya bisa segera diperbaiki.

Ketua RT 01, Dusun Sukaasih, Asep Heri mengungkapkan bahwa pengajuan bantuan perbaikan rumah warga tersebut sudah disampaikan ke pemerintah desa sejak awal dirinya menjabat sebagai ketua RT di tahun 2021.

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 45.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

“Sudah pernah diajukan ke desa, sejak saya jadi ketua RT hampir lima tahun, dan pengajuan itu dilakukan sejak awal,” kata Asep heri saat dikonfirmasi, Sabtu (28/2/2026).

Ia menjelaskan, rumah tersebut dihuni oleh satu keluarga dengan 5 jiwa, terdiri dari Seorang ibu jompo yang mempunyai anak 4.

Sang kepala keluarga bernama ema Sumiati (81) tahun, sehari-hari ada di rumah sebagai dengan penghasilan yang tidak menentu terkadang menunggu pemberian dari orang lain.

Sementara anak pertama Amid juga hanya bekerja serabutan, dia bekerja jika ada yang memintanya seperti menarik bahan bangunan rumah.

“Yang bersangkutan usianya sekitar 81 tahun. Kerjanya ibu rumah tangga. Penghasilannya tidak pasti,” ujarnya.

Bahkan, seringkali Anak-anak nya tak makan terkadang menunggu pemberian dari orang lain atau tetangga, tidak mencukupi untuk makan keluarganya sehari-hari.

Untuk bantuan sosial lainnya, keluarga tersebut tidak tercatat menerima PKH dan BPNT dari pemerintah.

Namun, Sumiati menilai bantuan tersebut ingin sekali menerimanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus memperbaiki kondisi rumah.

Menurut Asep Heri” kondisi rumah Sumiati saat ini sangat memprihatinkan.

Bangunan masih menggunakan material lama, tanpa pondasi yang memadai, dengan bagian rumah berbilik dan rangka kayu yang sudah lapuk.

“Rumahnya bukan panggung, tapi bawahnya tidak pakai pondasi. Usuk-usuknya juga sudah banyak yang patah. Kalau dilihat memang sudah tidak layak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, rumah tersebut sudah pernah disurvei sebanyak beberapa kali dan telah diajukan oleh pihak desa.

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Night;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 23.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

Namun, keterbatasan anggaran membuat realisasi bantuan belum bisa dilakukan.

Asep Heri” juga menyebutkan bahwa pengajuan bantuan melalui reses dewan sempat dilakukan, namun hingga kini belum terealisasi karena sistemnya bergilir.

Sebagai ketua RT, Asep mengaku prihatin melihat kondisi warganya tersebut.

Ia berharap melalui pemberitaan ini, ada perhatian dan bantuan dari pihak-pihak terkait maupun para dermawan.

“Mudah-mudahan ada respon, baik dari pemerintah maupun pihak lain, supaya rumahnya bisa segera diperbaiki. Kasihan,” pungkasnya.

((( Red )))
Editor (( Denz ))