Tekan pengangguran, Pemkot Jaktim latih 1.350 warga sepanjang 2025
Garda News ~ Jakarta

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melalui Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) memberikan pelatihan kerja kepada 1.350 warga sepanjang tahun 2025 untuk menekan angka pengangguran.
“Total 1.350 peserta pelatihan pada 2025 yang terbagi menjadi beberapa jenis keterampilan. Program ini menjadi salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat,” kata Kepala Subbagian Tata Usaha Suku Dinas Nakertransgi Jakarta Timur Aldino Septa Anugrah di Jakarta, Rabu.
Aldino menyebut, rangkaian pelatihan tersebut dilaksanakan sejak Februari hingga November 2025, dengan menyasar warga dari berbagai latar belakang.
Menurutnya, program pelatihan tidak hanya berorientasi pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi warga melalui wirausaha.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengatasi pengangguran. Para peserta dibekali keterampilan sebagai modal untuk mencari pekerjaan atau berwirausaha,” ujar Aldino.
Dia merinci pada Februari 2025 sebanyak 200 warga mengikuti pelatihan pembuatan aneka kue. Memasuki Maret, masing-masing 100 peserta mengikuti pelatihan tata rias dan servis pendingin udara (AC). Lalu April 2025 sebanyak 80 peserta mengikuti pelatihan SIM A Angkatan I.
Selanjutnya, pada Mei 2025 diisi dengan pelatihan pembuatan aneka minuman segar bagi 200 peserta serta pelatihan satuan pengamanan (Satpam) untuk 100 peserta.
Pada Juni 2025 sebanyak 80 peserta mengikuti pelatihan SIM A Angkatan II dan 200 peserta mengikuti pelatihan kuliner. Kemudian, pada Juli 2025 sebanyak 80 peserta pelatihan SIM A Angkatan III, disusul 80 peserta SIM A Angkatan IV pada Agustus. Sementara pada September 2025 tidak terdapat kegiatan pelatihan.
“Untuk Oktober 2025 terdapat 80 peserta mengikuti pelatihan SIM A Angkatan V, sedangkan November 2025 diikuti 50 peserta pelatihan Satpam Angkatan II,” ucapnya.
Aldino menyebut, program pelatihan kerja ini rutin digelar setiap tahun sebagai tindak lanjut dari usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun hasil reses anggota DPRD DKI Jakarta.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan di berbagai fasilitas publik agar mudah dijangkau warga. “Pelatihan biasanya dilaksanakan di aula kantor kelurahan, kecamatan, kantor wali kota, RPTRA, hingga fasilitas publik lainnya,” ujarnya.
Dia berharap peserta yang telah menyelesaikan pelatihan mampu membuka peluang usaha baru sehingga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap program ini mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja,” kata Aldino.
Selain itu, pelatihan selama 2025 ini juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi warga melalui penguatan sektor wirausaha kecil dan menengah.
(( S. Deni ))
Editor (( Denz ))

