DEDIKASI DI USIA SENJA, JEJAK PERJUANGAN SAHNA MENJAGA AMANAH TERNAK
SUMEDANG : GARDA NEWS
18/5/2026

Di tengah hamparan perbukitan kawasan Bendungan Jatigede, langkah seorang pria lanjut usia tampak begitu akrab dengan jalanan menanjak dan rerumputan liar di tepian area DAM. Dengan rancatan bambu yang dipikul di pundaknya, Sahna berjalan perlahan namun pasti, membawa hasil ngarit demi memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.
Bagi sebagian orang, usia senja mungkin menjadi waktu untuk beristirahat. Namun bagi Sahna, semangat untuk terus berjuang justru tak pernah surut. Warga Kampung Jatigede, Desa Cijeungjing, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang ini masih setia menjalani rutinitas hariannya sebagai anggota peternak di Balai Ternak Jatimekar.
Setiap pagi, ia berangkat menuju area sekitar kantor PUPR Bendungan Jatigede. Dengan sabit di tangan, Sahna menyusuri rerumputan hijau yang tumbuh subur di sekitar bendungan. Rumput-rumput itulah yang kemudian menjadi sumber pakan utama bagi 10 ekor ternak yang kini ia rawat penuh tanggung jawab.
Tak ada kendaraan, tak pula alat modern yang memudahkan pekerjaannya. Semua dilakukan dengan cara sederhana yang telah lama ia kenal. Rumput hasil ngarit dikumpulkan, lalu diangkut menggunakan rancatan bambu tradisional yang dipikul di pundak. Beban berat yang dibawanya seakan kalah oleh tekad kuat untuk menjaga ternak tetap sehat dan produktif.
Pemandangan itu menjadi potret keteguhan seorang peternak rakyat. Di balik langkah yang mulai menua, tersimpan semangat besar untuk tetap mandiri dan menjaga amanah usaha peternakan yang menjadi penopang ekonomi keluarga.
Bagi Sahna, ternak bukan sekadar aset ekonomi. Hewan-hewan itu adalah harapan, sumber kehidupan, sekaligus amanah yang harus dijaga dengan sepenuh hati. Karena itulah, keterbatasan fisik tak pernah menjadi alasan untuk berhenti berikhtiar.
Kisah Sahna menjadi pengingat bahwa kerja keras, kesederhanaan, dan ketulusan mampu melahirkan inspirasi yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat. Dari pundak renta yang memikul rancatan bambu, lahir pelajaran tentang tanggung jawab dan keteguhan hati.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas bantuan dan perhatian dari para muzaki BAZNAS. Berkat dukungan ini, kami para peternak kecil masih punya harapan untuk terus berusaha dan mandiri,” ungkap Sahna dengan mata berbinar.
Melalui program pemberdayaan yang dijalankan, BAZNAS terus menghadirkan harapan bagi masyarakat kecil agar mampu bangkit dan berdaya. Dedikasi seperti yang ditunjukkan Sahna menjadi bukti bahwa setiap amanah yang dititipkan para muzaki dapat tumbuh menjadi keberkahan yang nyata bagi kehidupan banyak orang. ( agus cahyana)
Pewarta ((( Agus )))
Editor ((( Denz )))

