Konsistensi Peternak Jadi Kunci Keberhasilan Program Balai Ternak Jatimekar
Garda News ~ Sumedang

Program pemberdayaan ekonomi melalui Balai Ternak Jatimekar di Kabupaten Sumedang menunjukkan perkembangan positif. Konsistensi peternak dalam menjalankan manajemen pemeliharaan dinilai menjadi faktor utama keberhasilan program yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Salah satu peternak, Odang, menjadi contoh bagaimana ketekunan berperan dalam menjaga produktivitas ternak. Setiap hari, sejak pagi, ia rutin mencari dan menyiapkan pakan berkualitas untuk 13 ekor ternaknya, termasuk cempe dan indukan.
“Kalau ternak sehat, kami juga ikut kuat,” ujar Odang saat ditemui di lokasi kandang, Rabu (16/4).
Konsistensi dan Manajemen Pemeliharaan
Di Balai Ternak Jatimekar, peternak tidak hanya menerima bantuan ternak, tetapi juga pendampingan intensif terkait manajemen pemeliharaan. Hal ini mencakup pengaturan pakan, pemantauan kesehatan, hingga pencatatan perkembangan ternak.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas produktivitas, terutama di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu.
Hujan berkepanjangan dapat menurunkan kualitas pakan, sementara suhu panas berpotensi memengaruhi kondisi fisik ternak. Dalam situasi ini, pemahaman teknis peternak menjadi krusial.
“Yang penting sabar dan telaten. Ternak itu harus dirawat setiap hari,” kata Odang.
Peran Pendamping Program
Pendamping program memiliki peran strategis dalam memastikan keberlanjutan kegiatan. Mereka tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan arahan teknis serta evaluasi berkala kepada peternak.
Melalui pendampingan ini, peternak didorong untuk menerapkan praktik beternak yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pendekatan tersebut juga membantu meminimalkan risiko kegagalan, baik akibat faktor lingkungan maupun kesalahan manajemen.
Lebih dari Sekadar Bantuan
Program Balai Ternak tidak hanya berorientasi pada distribusi bantuan, tetapi juga pada penguatan kapasitas penerima manfaat. Model ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.
Namun demikian, keberhasilan program tetap dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kedisiplinan peternak, ketersediaan pakan, serta intensitas pendampingan. Odang mengakui bahwa keberadaan pendamping memberikan motivasi tambahan bagi dirinya dan anggota kelompok.
“Kami jadi lebih semangat karena ada yang membimbing,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, hasil dari program mulai dirasakan oleh para peternak. Ternak yang sehat membuka peluang peningkatan pendapatan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Meski demikian, upaya pengembangan masih memerlukan kesinambungan, baik dari sisi pendampingan maupun penguatan kapasitas peternak.
Program seperti Balai Ternak Jatimekar menjadi salah satu contoh bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas dapat berjalan efektif apabila didukung oleh konsistensi, pendampingan, dan manajemen yang baik.
(AGUS CAHYANA)
Editor (( Denz ))

