Pembangunan Ruang Kelas Baru SMPN 2 Kertasari Diduga asal-asalan dikarenakan pelaksanaan teknis lapangan tidak pernah ke lokasi.

Garda News ~ Kertasari
Sabtu,7/Juni/2015

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Hdr;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 124.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

Pelaksanaan pekerjaan Ruang Kelas Baru SMPN 2 Kertasari Pelaksana Teknis lapangan tidak perna ada ke lapangan, yang berlokasi di Jalan Raya Pacet dikabarkan kurang pengawasan dari sejumlah pihak penyelenggara kegiatan.

Hasil pantauan awak media gardanewsindonesia.com saat melakukan tugas kontrol sosial di lapangan pada sejak kamis 5/Juni/2025 lalu menunjukkan, bahwa sejumlah pelaksana teknis lapangan diketahui jarang berada dilokasi proyek konstruksi tersebut. Kondisi ini patut dipertanyakan standar kualitas hasil pekerjaannya.

Tim Media Garda News Indonesia beberapa kali ke area lokasi yang sedang di kerjakan oleh pihak ke-3 yang di kerjakan oleh CV. Wijaya Kusuma, dengan pagu nominal anggaran Rp. 318.337.100, tidak pernah hadir ke lokasi sebagai pelaksana Teknis lapangan atau penanggung jawab, yang berinisial “AR”

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0;
hw-remosaic: 0;
touch: (-1.0, -1.0);
modeInfo: ;
sceneMode: Auto;
cct_value: 0;
AI_Scene: (-1, -1);
aec_lux: 129.0;
hist255: 0.0;
hist252~255: 0.0;
hist0~15: 0.0;

Dan” ketika jurnalis Media Garda News Indonesia mau menemui langsung kepada salah satu Humas sekolah di jegal oleh satpam dan melarang untuk menemui pihak sekola” Dikarenkan pihak sekola tidak tau urusan pembangunan tersebut karena pihak sekolah cuma menerima kunci. “Ujar Satpam”

Di sela-sela di setiap sekolah yang menerima bantuan dari pemerintah pusat atau daerah menjadi ajang bisnis pribadi dan memperkaya diri bagi pihak PT atau CV tersebut. Dan pihak dinas pun diduga mungkin ada main dengan kontraktor tersebut, atau dinas pun tutup mata tutup telinga.

Dan” pihak terkait atau Dinas pendidikan diharapkan segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan. Pungkas” Denz “.

(Uden)
Editor (( Denz ))