GARDA NEWS ~ SUMEDANG

Pemeliharaan berkala atau Rehabilitasi Ruas Jalan Hariang-Cisumur yang dikerjakan oleh PT. Jati Gede Indah (JGI) diduga Keras keluar dari Rencana Anggaran Biaya (RAB). Indikasi tersebut tampak dari yang seharusnya dibangun menggunakan UDDITC sebagai drainasenya malah dirubah total menjadi drainase berupa saluran biasa.tampak jelas di gambar.

Namun begitu, menurut pejabat pembuat komitmen (PPK )Dinas Binamarga, Deni, ketika di hubungngi pia seluler hal itu tak menjadi masalah asalkan sesuai dengan polume .tetapi harus mengajukan andendum serta RAB . Secara tertulis Sebelum pelaksanakan pekerjaan itu memang seharusya proaedur yang harus dilaksanakan .selain dari pada itu kalaw memang tidak sesuai gabakalan saya bayar”

terimakasih atas kabarya saya haya menjalankan pungsi serta tugas saya pasti akan saya panggil kekantor , baik pengawas lapangan maupun DIDU dari pihak JGI.

Bener apa yang di katakan deni sebagai ppk hari rabu tanggal 11 jam 10 wib. Didin sebagai pengawas lapangan maupun dari pihak JGI. DI panggil sesuai dengan pembicaraan melalui pia seluler
Didin sebagai pengawas di lapangan membenarkah hal itu terjadi bahkan pas pelaksanan hari pertamapun kami memberikan teguran untuk direalisasikan pake YUDIT sesuai dengan RAB.

akan tetapi dari pihak Jati gede indah (JGI) tidak menggubris apa yang di sampeikan didin sebagai pengawas ajukan dulu perubahan adendum secara tertulis eh ini malah omongan doang ko kaya main-main aja.didu sebagai perwakilian dari PT.JGI haya diam tidak memberikn komentar apa-apa.

Kendati demikian, hasil kroscek pakta yang kami temukan d lapangan diduga keras belum ada perubahan andendum maupin RAB.

Hal itu di bantah oleh salah saru dari LSM pemuda Menurutnya, RAB adalah panduan prinsip dalam pembangunan fisik. Jadi bilamana ada item-item yang harus dirubah, maka sejatinya RAB itu sendiri harus dirubah dari awal.

“Kalau tidak dirubah berarti ada indikasi bahwa pembangunan fisik tersebut diduga keras menyalahi aturan. Hal ini bukan tidak mungkin berlanjut pada penyimpangan-penyimpangan lainnya,” tandasya

Lebih jauh, sihar meminta pada pihak-pihak yang berkompeten jangan asal main rubah atas segal hal yang telah disepakati sejak awal, termasuk tentang RAB. Sebab, bila terus dibiarkan akan menjadi budaya negatif bagi aparatur negara.

(biro sumedang)
editor ( Denz )