GARDA NEWS – KUNINGAN

Tujuan pemerintah pusat menurunkan Anggaran duit yang nilainya sangat Fantastis, jumlahnya ratusan milyar, melalui Leading sector balai besar waduk sungai Cimanuk Cisanggarung Cirebon ( BBWSC ), untuk meningkatkan sarana dan prasarana saluran irigasi yang baik, guna untuk meningkatkan swasembada pangan di sektor pertanian untuk mendukung produksi hasil pertanian dan meningkatkan tarap hidup perekonomian di masyarakat. Itulah tujuan pemerintah menurunkan Anggaran Duit ratusan milyar. Proyek jaringan irigasi itu, dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya Tbk ( Persero ), selaku pemenang tender.

Wilayah pekerjaan proyek peningkatan jaringan irigasi berada di wilayah D.I.Cikeusik Kabupaten Cirebon, yang berlokasi pengerjaannya berada di wilayah kabupaten Kuningan, tepatnya berada di dua desa yaitu: ada di Desa Cikeusik dan Desa Jatimulya Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

dengan adanya kegiatan proyek ini, Justru di duga malah akan menyengsarakan masyarakat sekitar lokasi kegiatan pekerjaan proyek, Karena suka tidak suka akan terkena gusur dan dampak dari proyek itu, yang bakal di buat pusing pihak dari pemerintah Desa, karena pihak BBWSC selaku pemangku kebijakan kurang kooperatif untuk menjalin komunikasi dengan pihak Desa setempat dalam artian kurangnya sosialisasi pada masyarakat. Menjadikan proyek banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

Berdasarkan pantauan Garda News online di lapangan pekerjaan proyek tersebut. Kini baru tahap awal pelaksanaan pekerjaan lagi melaksanakan pengerukan dingding tebing dan lumpur dari dasar sungai yang dangkal untuk dikeruk, Namun sangat disayangkan sekali buang tanah hasil pengerukan menumpuk begitu saja di pinggir sungai, ini jelas seandainya hujan pasti tumpukan tanah buangan itu, akan turun lagi ke bawah sungai dan terjadi lagi pendangkalan, bisa jadi proyek ini di anggap mubajir dan proyek penghamburan Duit alias pemborosan uang negara.

Kepala Desa Jatimulya Kecamatan Cidahu Jayadi pada waktu ditemui Garda News, diruang kerjanya, selasa ( 17/05)2022 ), Mengatakan, bahwa adanya kegiatan proyek jaringan irigasi ini, saya dibikin pusing oleh ulah oknum BBWSC, sebab warga yang memiliki dokumen pembelian tanah dari oknum BBWSC tidak mendapatkan kompensasi sedikitpun, “Dijelaskannya, Jayadi seandainya terjadi perlawanan dari masyarakat Akibat ulah dari pihak BBWSC yang telah merugikan, karena tidak ada niatan baik untuk duduk bersama dan tidak menjalin komunikasi dengan baik, sehingga menurut Jayadi setiap mempertanyakan terkait warga yang tanahnya terkena gusur tidak ada jawaban dan kepastian dari pihak pemborong dan BBWS, masih menurut Jayadi pihak BBWSC pernah menyampaikan terkait pekerjaan proyek irigasi itu, “Katanya tidak akan ada penggusuran 4 meter, namun pada kenyataannya banyak tanah warga yang tergusur lebih dari 5 meter, setiap yang datang ke kantor desa kebanyakan karyawan bukan pemangku kebijakan, untuk mencarikan sebuah solusi malah sebaliknya menimbulkan problem permasalahan yang sekarang lagi di hadapankan pada permasalahan yang timbul, “Ucap Jayadi.

“Dikatakannya, “Ia berharap agar pihak pemangku jabatan dari balai besar waduk sungai Cimanuk Cisanggarung Cirebon ( BBWSC ) dalam menyikapi persoalan supaya bisa duduk bersama membahas tentang proyek ini, untuk mencarikan sebuah solusi dari pihak proyek jangan sampai menyengsarakan masyarakat sekitar proyek keluh, Jayadi dengan nada Geram.

(( AW ))
editor ( Denz )