GARDA NEWS ~ PEKANBARU

Belakangan ini di kabarkan bahwa Hollywings Pekanbaru telah di tutup. Ditutupnya Hollywings tersebut buntut
dari pada Promosi minuman gratis beralkohol yang mencantumkan nama Muhammad dan Maria, sehingga menui kontroversi di kalangan masyarakat khsusnya masyarakat Riau. Senin (18/7/22).

Namun Pantauan Awak Media belakangan ini, Hollywings Pekanbaru yang terletak di Jln. Soekarno Hatta ini masih tetap beroperasi seperti biasa. Walaupun sebelumya telah banyak pihak yang mendesak agar Hollywings ditutup. Penyebab desakan tersebut dikarenakan Hollywings diduga menyediakan fasilitas bagi penyalahgunaan Miras.

Ketidak mampuan pihak Pemko Pekanbaru untuk menutup tempat hiburan tersebut sangat disayangkan. Apalagi belum lama ini hollywings juga telah terseret kasus dugaan penistaan agama. Kasus tersebut telah dilaporkan oleh banyak pihak, bahkan sudah memasuki ranah hukum.

Menurut Teva iris selaku ketua Pemuda Millenial Pekanbaru, menjelaskan, masih beroperasinya Hollywings mengindikasikan bahwa Pemko tidak punya keberanian untuk menutup Hollywings. Apalagi ada indikasi bahwa Kepala DMPTSP pasang badan terhadap Hollywings dengan menyatakan bahwa izin lengkap dan tidak ada yang dilanggar.

“Masih beroperasinya Hollywings ini adalah bentuk ketidakmampuan Pemko untuk menutup operasional Hollywings seperti yang terjadi didaerah lain. Disini terlihat bahwa Hollywings punya power yang besar sehingga pemko seakan bungkam. Apalagi beberapa waktu lalu Kepala DPMPTSP menyatakan bahwa Hollywings punya izin lengkap dan seakan mengabaikan kesalahan yang dilakukan oleh Hollywings. Apa yang dilakukan Kepala DPMPTSP seakan akan pasang badan untuk Hollywing, “ujar Teva iris.

Dikatakan Teva Iris, Mungkin awal berdiri Hollywings ada melakukan pengurusan izin. Namun apakah benar dalam izin tersebut dijelaskan boleh atau tidak menjual minuman berakohol serta berapa persentasi kadar alkohol yang boleh dijual. Sebagai Kota yang madani ditanah melayu yang bernafaskan islam harusnya penjualan minuman berakohol harus dibatasi dan kalau bisa dilarang. Sebab alkohol adalah sumber dari segala kejahatan. Mereka yang dibawah pengaruh alkohol akan jadi sumber dari tindak kriminal.

“Kepala DPMPTSP jangan hanya berpatokan bahwa Hollywings punya izin saja, tapi harus juga kontrol apakah izin yang diurus sesuai dengan peruntukannya. Selain itu Pemko juga harus pertimbangkan kerusakan mental yang ditimbulkan dengan adanya restu untuk sebuah usaha yang menjual minuman keras. Pemerintah perlu memikirkan masalah karakter bangsa dengan pembiayar minuman keras dilegalkan. Jangan sampai masyarakat menganggap misi jadi Kota Madani sebagai sebuah isapan jempol belaka. Hanya untuk sebuah pencitraan pada masyarakat padahal membiarkan adanya penjualan minuman berakohol, ” jelas Ketua PMP itu.

“Belum adanya tindakan tegas dilaksanakan oleh pemko sangat mengecewakan masyarakat. Apalagi setelah Hollywings membuat hati umat islam terluka. Padahal tanah melayu adalah tanah islam. Harusnya sebagai tanah islam punya sikap yang lebih tegas. Ketidakmampuan PJ walikota untuk menindak Hollywings mungkin juga disebabkan oleh tidak validnya laporan oleh bawahannya dalam menyampaikan persoalan. Mungkin saja bawahannya menutup nutupi sebagian fakta fakta yang membuat Pj walikota tidak bisa mengambil kesimpulan secara utuh. Hal itu disebabkan Pj Walikota baru saja dilantik dan tidak mengetahui masalah secara utuh, ” tutup Teva Iris.

Perwakilan Managament Hollywings Pekanbaru, Asun, di Konfirmasi Kru Awak media, Membenarkan bahwa Hollywings Pekanbaru telah dibuka kembali.

“Bener sudah beroperasi,” jawab Asun dengan singkat Via Pesan WhatsApp nya, Senin (18/7/22),

Namun, beberapa pertanyaan konfirmasi yang dilayangkan Kru media ini terkait beroperasinya kembali Hollywings tersebut. Sangat disayangkan hingga tayangnya pemberitaan ini, Asun lebih memilih diam dan tidak banyak berkomentar.

Terpisah, PJ. Walikota Pekanbaru Muflihun ketika di konfirmasi Kru Media ini mengarahkan agar Kru Media ini mempertanyakan langsung kepada
Kepala Satpol PP Pekanbaru Iwan Simatupang terkait Bukanya Hollywings tersebut.

Sementara, Kepala Satpol PP Pekanbaru Iwan Simatupang dikonfirmasi Via Pesan WhatsApp. Hingga diterbitkan Pemberitaan ini tidak ada respon.

((A-R))
editor ( Denz )