Garda News ~ Batam

Maraknya Gelper (gelanggang permainan ketangkasan) yang di peruntukan untuk anak-anak di Pulau Batam menjadi sorotan media, yang mana izin dan sistem telah disalahgunakan oleh pengusaha gelper.

Umumnya kita mengetahui bahwasanya gelper diperuntukkan untuk permainan anak-anak dan bahkan hasil pantauan dari awak media di Gelper LUCKY CITY yang berada di wilayah pasar pujabahari kecamatan Batu Ampar tidak terlihat satu orang pun anak-anak yang bermain di dalamnya bahkan lokasinya sangat di penuhi dengan asap rokok dan terlihat yang bermain di dalamnya kalangan orang remaja bahkan sampai ke kalangan orang yang sudah tua serta tidak diwajibkan nya protokol kesehatan disaat wabah virus omicron dicegah.

Salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya inisial FS mengatakan bahwasanya “gelper ini sudah beroperasi kurang lebih dari satu bulan bang dan sebelumnya memang sudah dibuka usaha yang sama tapi bukan Bambang tuatau yang punya, yang ini sekarang milik bos tuatau.

Bahkan narasumber menceritakan
“Saya sering main disini bang, kalau soal menang kalah itu wajar bang, namanya juga JUDI, kalau gak mau kalah ngapain kita main”. Jelas narasumber (pemain)

Ternyata bos besar dari kegiatan Gelper ini Bambang tuatau yang juga pemilik lokasi perjudian bola pingpong dalam karaoke PUB M-ONE yang sudah pernah dinaikkan pemberitaan oleh tim 17 media bergabung dan sampai saat ini belum ada tindakan baik dari POLDA KEPULAUAN RIAU maupun POLRESTA BARELANG, diduga BAMBANG TUATAU ini kebal hukum sehingga usaha 303 yang dia kelola di Batam berjalan tanpa tersentuh hukum.

Teknik permainan di dalam Gelper LUCKY CITY diduga di sinyalir praktek perjudian dengan cara pemain yang akan mendapatkan kemenangan melalui wasit akan mendapatkan tiket dan tiket tersebut ditukarkan jadi hadiah dan hadiah tersebut dijadikan uang ditempat yang sudah disediakan pengusaha.

Sangatlah disayangkan kegiatan yang dilakukan di Gelper LUCKY CITY tersebut tidak ada tindakan dari pihak berwajib, sudah jelas undang-undang 303 perjudian telah melarang dan bahkan agama juga melarang hal-hal yang menyangkut judi tapi sepertinya semua tutup mata.

Sudah berusaha untuk konfirmasi ke pihak pengusaha dan satu orang pun karyawan tidak ada yang berwewenang untuk di konfirmasi hingga berita ini naik.

             Bersambung

pewarta ((( TIM )))
Editor ( Denz )