GARDA NEWS ~ PEKANBARU

Sebagai Delegasi Pengawasan Ibadah Haji dari Komite 3 DPD RI, Dr.Hj.Misharti SAg.MSi. seorang putri dari Almarhumah Bunda Maimanah Umar, merasa khawatir dan kecewa dengan informasi pemberitaan video yang beredar di tanah air.

Terkait adanya pemberitaan hoax yang menyebar keseluruh penjuru negeri dan daerah, dimana telah terjadinya mati lampu di terowongan Mina, Mekkah, Arab Saudi disaat para Jamaah Haji Indonesia melintasi terowongan tersebut untuk melakukan lempar Jumrah yang terjadi pada Minggu ( 10/7/2022 ) pagi.

Dengan beredarnya video lama saat kejadian beberapa tahun yang lalu yang di sebar kembali yang seolah-olah itu kejadian saat sekarang membuat gaduh dan cemas seluruh keluarga dari para Jamaah Haji khususnya asal Indonesia, terutama masyarakat Provinsi Riau, video dan berita yang beredar tersebut tidaklah benar atau Hoax.

“Saya selaku Delegasi Pengawasan Ibadah Haji dari Komite 3 DPD RI sangat khawatir dengan informasi berita tersebut dan menyesalkan perbuatan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab terkait pemberitaan hoax video lama yang di tayang kembali,” kata Putri Almarhumah Bunda Maimanah Umar ini Dr. Hj.Misharti SAg MSi ketika dikonfirmasi awak media melalui Via WhatsApp pada Sabtu (16/07/2022) Siang.

“Sebagai wakil rakyat yang sekarangpun sedang berada di Mekkah sekaligus melakukan pengawasan terkait dengan pelaksanaan ibadah haji baik itu terkait maktab, katering, transportasi dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia sangat menyayangkan berita hoaks itu beredar dan oleh sebab itu saya langsung menanyakan kronologinya kepada kepala Daker (Daerah Kerja) yang ada di Mekkah terkait dengan kejadian tersebut,” ucap Misharti

Dan kronologi kejadian sebenarnya langsung didapatkan dari laporan Kepala Daker ( Daerah Kerja ), Muhammad Khanif setelah dilakukan pengecekan dan peninjauan langsung kepada Jamaah Haji Indonesia yang tengah menjalankan ibadah hajinya di Mekah Al-Mukarramah.

“Kronologi kejadian lampu di terowongan Muaisim Mina pada tanggal 11 Dzulhijjah 1443 Hijriyah atau tanggal 10 Juli 2022 Masehi pada sekira pukul 06.00 (waktu setempat) sempat ada kejadian mati lampu di terowongan Muaisim Mina ke arah jamarot lantai 3. Kejadian ini hanya sebentar lebih kurang 15 sampai dengan 25 menit, pintu masuk terowongan ditutup sementara dan dibuka kembali setelah itu lampu menyala lagi. Semua berjalan dengan aman, lancar dan tidak ada insiden apapun, karena jamaah tetap tenang berhenti sambil menunggu nyalanya lampu,” demikian laporan dari Kepala Daker yang diterima Misharti, sang perempuan si Jilbab Ungu menjelaskan.

Misharti berharap dan menyampaikan kepada para sahabat dan sanak saudara serta seluruh masyarakat khususnya Riau,” Agar tetap tenang dan do’akan semua keluarga dan seluruh Jama’ah haji yang tengah berada di tanah suci selalu diberikan Allah SWT kesehatan, kekuatan dan umur yang barokah sehingga bisa kembali ke tanah air dalam keadaan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” Ucap Delegasi Pengawasan Ibadah Haji dari Komite 3 DPD RI Dr.Hj. Misharti SAg MSi.

“Alhamdulillah kemarin saat kunjungan dan silaturahmi saya dengan jama’ah haji asal provinsi Riau mereka semua dalam keadaan sehat walalfiat jadi kepada sanak saudara di Riau tidak perlu gelisah dan khawatir terhadap saudara-saudara kita yang berada di tanah suci Mekah,” Pesan Misharti.(A-R)