Peringati Hari Jadi ke-385, Anggota DPRD Kab. Bandung Ajak Warga “Ngarawat Lembur Ngaronjatkeun Jaman”

Garda News ~ Kab. Bandung

Kabupaten Bandung genap berusia 385 tahun pada Minggu, 19 April 2026. Mengusung tema “Bandung Lebih BEDAS: Ngarawat Lembur Ngaronjatkeun Jaman”, momentum hari jadi tahun ini dijadikan refleksi untuk terus melaju membangun daerah tanpa tercerabut dari akar budaya Sunda.

Ucapan selamat dan harapan mengalir dari berbagai tokoh, salah satunya dari legislatif. Dr. Raindra M. Oto Muharam, MM, Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bandung Fraksi Partai Demokrat, menyampaikan ucapan melalui poster digital yang disebar kepada konstituen dan masyarakat.

“Selamat Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, 19 April 1641 – 19 April 2026. Mari kita wujudkan Bandung Lebih BEDAS: Ngarawat Lembur Ngaronjatkeun Jaman,” tulis Raindra dalam poster yang turut menampilkan ikon Masjid Agung Al-Firdaus Soreang dan logo Hari Jadi ke-385.

Makna “BEDAS” Jadi Semangat Pembangunan

Raindra menjelaskan, akronim BEDAS yang menjadi visi Kabupaten Bandung memiliki makna mendalam: Berdaya saing, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera. Menurutnya, tema “Ngarawat Lembur Ngaronjatkeun Jaman” adalah penjabaran konkret dari visi tersebut.

“Ngarawat Lembur artinya kita tidak boleh lupa pada jati diri. Budaya Sunda, gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan kearifan lokal harus terus kita jaga. Ini adalah fondasi kita,” ujar Raindra “.

“Sementara Ngaronjatkeun Jaman adalah ajakan untuk beradaptasi dan berinovasi. Pelayanan publik harus digital, kesehatan harus terjamim lewat UHC, pendidikan harus berkualitas, infrastruktur harus memadai. Jangan sampai kita jadi penonton di zaman sendiri,” tambahnya.

385 Tahun: Dari Wiraangun Hingga Era Digital

Secara historis, Hari Jadi Kabupaten Bandung merujuk pada pengangkatan Tumenggung Wiraangun sebagai Bupati pertama pada 19 April 1641. Dalam perjalanannya 385 tahun, Kabupaten Bandung bertransformasi dari wilayah agraris menjadi salah satu penyangga utama ekonomi Jawa Barat dengan sektor industri, pertanian, dan pariwisata yang kuat.

Tantangan saat ini, kata Raindra, adalah pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa dan memastikan program pro-rakyat seperti Universal Health Coverage berjalan optimal. “UHC itu wujud nyata Ngaronjatkeun Jaman di bidang kesehatan. Warga Majalaya, Paseh, Ibun, Solokanjeru, cukup bawa KTP sudah bisa dilayani di RSUD. Ini harus kita kawal,” tegas anggota Komisi C yang membidangi infrastruktur dan kesejahteraan rakyat itu.

“Ajakan untuk Kolaborasi”

Di akhir pernyataannya, Raindra mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, pengusaha, hingga warga, untuk kolaborasi. “385 tahun adalah usia matang. Sudah saatnya Kabupaten Bandung tidak hanya besar, tapi juga dewasa dalam pembangunan. Kritik dan masukan dari warga sangat kami perlukan di DPRD.”

Peringatan Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung tahun ini dipusatkan di Soreang dengan rangkaian acara mulai dari sidang paripurna istimewa DPRD, ziarah ke makam leluhur, hingga festival budaya.

(( Red ))
Editor (( Denz ))