Kemendes kerahkan pendamping desa, pemulihkan bencana di tingkat lapak
Garda News ~ Jakarta

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengerahkan pendamping desa untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan pengerahan pendamping desa tersebut dilakukan untuk memastikan pendataan, koordinasi, serta pemulihan desa pascabencana berjalan efektif hingga ke tingkat tapak.
“Kami langsung mengeluarkan surat kepada seluruh pendamping desa agar melakukan kerja-kerja lapangan dan berkoordinasi dengan BNPB sejak 27 November 2025,” kata Mendes Yandri dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa.
Selain itu Kemendes PDT juga melibatkan para pendamping desa dalam fasilitasi perencanaan pemulihan, rehabilitasi ekonomi desa, pengembangan UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, hingga pemulihan pasar desa.
Lebih lanjut Mendes menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Dalam kepres tersebut Kemendes PDT ditugaskan sebagai anggota satgas bidang permukiman di bawah koordinasi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Berikutnya Mendes Yandri melaporkan bahwa Kemendes PDT mencatat terdapat 4.491 desa di tiga provinsi tersebut yang terdampak bencana banjir dan longsor, dengan rincian di Aceh sebanyak 3.139 desa, Sumatera Utara 893 desa, dan Sumatera Barat 459 desa.
Selain itu terdapat 29 desa yang wilayahnya dinyatakan hilang akibat bencana. Desa itu terdiri atas 21 desa di Aceh dan delapan desa di Sumatera Utara.
Mendes Yandri mengatakan desa-desa tersebut mengalami kerusakan total, bahkan sebagian wilayahnya berubah menjadi alur sungai atau tertimbun material longsor.
“Jadi desanya benar-benar hilang, tapi penduduknya, termasuk kepala desanya dan perangkat lainnya tetap ada mengungsi. Jadi ini mungkin yang PR (pekerjaan rumah) terberat di kami,” ucap Mendes PDT Yandri Susanto.
(( S. Deni ))
Editor (( Denz ))

