Garda News ~ Tanggamus

Polsek Pulau Panggung Polres Tanggamus mengamankan empat remaja yang sedang menghisap lem aibon atau sering disebut “ngelem” di Lapangan Pekon Tekad kecamatan setempat tadi malam, Rabu (6/4/22) pukul 22.00 WIB.

Keempatnya berjenis kelamin laki-laki merupakan warga Kecamatan Pulau Panggung, seorang pria dewasa berinsial FG (27) pekerjaan pengangguran dsn tiga remaja berstatus pelajar kelas 2 MTs berinisial AJ (16), AP (15) dan MR (14).

Kapolsek Pulau Panggung Iptu Musakir mengatakan, keempat remaja tersebut diamankan saat pihaknya melakukan patroli malam dan mendapatkan informasi masyarakat bahwa ada empat remaja yang mencurigakan sedang “ngelem”.

Berdasarkan informasi tersebut, pihaknya kemudian melakukan penggeledahan terhadap mereka sehingga diketahui mereka “ngelem” menggunakan aibon merek Ehabon.

“Keempat remaja tersebut kemudian diamankan ke Polsek Pulau Panggung guna dilakukan pembinaan sebab prilaku mereka merugikan diri sendiri,” kata Iptu Musakir mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, S.I.K, Kamis (7/4/22).

Menurut Iptu Musakir, selain dilakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya, pihaknya juga menghubungi orang tua mereka masing-masing agar keluarga juga turut serta memberikan bimbingan.

“Setelah pembinaan dan orang tua meraka datang semua, mereka membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali. Sehingga tadi malam juga langsung diserahkan kepada orang tuanya,” ujarnya.

Kesempatan itu, Iptu Musakir juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi adanya kegiatan para remaja yang menyimpang tersebut sehingga selain terciptanya Kamtibmas yang kondusif juga dapat memberikan efek jera kepada mereka.

Kedepannya, Iptu Musakir berharap kepada para orang tua untuk dapat mengawasi putra-putrinya agar tidak terlibat tindakan-tindakan yang merugikan terlebih tiga diatara mereka adalah para pelajar.

“Mari kita bersama-sama menjaga, mengawasi anak-anak kita sebab prilaku ngelem tentunya dapat merusak kesehatan anak-anak kita,” tutupnya.

(((Darwin)))
editor (( Denz ))